Daftar Blog Saya

Sabtu, 30 Oktober 2010

Kanker Jantung, atau Kanker dan Penyakit Jantung?

Sumber: www.AnneAhira.com

Istilah kanker jantung memang agak membingungkan dan belum terlalu terkenal dibandingkan bila hanya kanker dan penyakit jantung. Mungkin karena hebat dan dahsyatnya penyakit jantung, maka disamakan dengan kanker. Atau kanker jantung adalah perluasan invasi kanker. Mari kita diskusikan lebih lanjut.


Pada dasarnya, keduanya adalah penyakit mematikan yang masih menempati dua besar penyakit paling ganas penyebab melayangnya nyawa manusia. Hebatnya lagi, keduanya tidak langsung mematikan, tapi melalui proses panjang dan lama hingga akhirnya mengganas dan melumpuhkan penderitanya. Perawatannya pun hampir sama. Harus telaten, harus sabar, harus tahan sakit, harus bebas stres, dan harus banyak uang.


Pengobatan untuk kedua penyakit ini sebenarnya semakin hari, semakin canggih. Tetapi gaya hidup masyarakat yang lebih suka makan makanan berlemak tinggi, rendah serat, mengkomsumsi minuman ringan berkarbonasi dan berbahan pengawet, serta tidak berolah raga, telah menyebabkan tingkat penyebaran kedua penyakit ini semakin meluas.


Pengidap kedua penyakit ini tidak hanya dari kalangan berduit, tapi juga dari kalangan ekonomi rendah. Intinya, tidak ada yang imun terhadap serangan kedua penyakit ini. Hal yang bisa dilakukan adalah mencegah dan berusaha menghindari penyebab kedua penyakit ini.


Kanker dan penyakit jantung pun sudah bermetamorfosis. Kanker, misalnya, sudah menginfeksi hampir semua organ dalam tubuh. Kalau dulu kanker yang terkenal mungkin hanya kanker payudara, kanker darah, dan kanker otak. Kini, kita mulai mengenal kanker kulit, kanker getah bening, kanker mata, hingga kanker jantung.


Kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel tubuh yang abnormal, sangat cepat dan tak terkontrol, yang menyerang jaringan tubuh lainnya. Sel ini sangat ganas sehingga akan melumpuhkan semua jaringan yang diserangnya. Bila sel abnormal ini menyerang jantung, mekanisme dan kerja jantung akan terhenti. Penderitanya mungkin akan merasakan sakit yang tiada terkira, persis seperti serangan jantung.


Hingga saat ini sudah begitu banyak penelitian yang memperkirakan apa saja yang dapat menyebabkan kanker jantung. Selain faktor keturunan, bawaan sejak lahir, faktor lingkungan yang tidak sehat dan penuh polusi serta gaya hidup tidak sehat termasuk efek rokok, selebihnya masih dalam penelitian apa saja yang dapat menyebabkan tumbuh kembangnya sel abnormal penyebab kanker dalam jantung.


Walau bagaimanapun, pencegahannya sementara waktu tetap saja dengan menjaga asupan makanan berimbang ditambah dengan olahraga teratur, menjaga lingkungan hidup yang sehat dan bersih, menjaga hati agar tetap ikhlas menerima apa yang telah digariskan oleh Yang Kuasa sehingga stres tidak terlalu lama mendiami pikiran.

Kanker Jantung, atau Kanker dan Penyakit Jantung?

Sumber: www.AnneAhira.com

Istilah kanker jantung memang agak membingungkan dan belum terlalu terkenal dibandingkan bila hanya kanker dan penyakit jantung. Mungkin karena hebat dan dahsyatnya penyakit jantung, maka disamakan dengan kanker. Atau kanker jantung adalah perluasan invasi kanker. Mari kita diskusikan lebih lanjut.


Pada dasarnya, keduanya adalah penyakit mematikan yang masih menempati dua besar penyakit paling ganas penyebab melayangnya nyawa manusia. Hebatnya lagi, keduanya tidak langsung mematikan, tapi melalui proses panjang dan lama hingga akhirnya mengganas dan melumpuhkan penderitanya. Perawatannya pun hampir sama. Harus telaten, harus sabar, harus tahan sakit, harus bebas stres, dan harus banyak uang.


Pengobatan untuk kedua penyakit ini sebenarnya semakin hari, semakin canggih. Tetapi gaya hidup masyarakat yang lebih suka makan makanan berlemak tinggi, rendah serat, mengkomsumsi minuman ringan berkarbonasi dan berbahan pengawet, serta tidak berolah raga, telah menyebabkan tingkat penyebaran kedua penyakit ini semakin meluas.


Pengidap kedua penyakit ini tidak hanya dari kalangan berduit, tapi juga dari kalangan ekonomi rendah. Intinya, tidak ada yang imun terhadap serangan kedua penyakit ini. Hal yang bisa dilakukan adalah mencegah dan berusaha menghindari penyebab kedua penyakit ini.


Kanker dan penyakit jantung pun sudah bermetamorfosis. Kanker, misalnya, sudah menginfeksi hampir semua organ dalam tubuh. Kalau dulu kanker yang terkenal mungkin hanya kanker payudara, kanker darah, dan kanker otak. Kini, kita mulai mengenal kanker kulit, kanker getah bening, kanker mata, hingga kanker jantung.


Kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel tubuh yang abnormal, sangat cepat dan tak terkontrol, yang menyerang jaringan tubuh lainnya. Sel ini sangat ganas sehingga akan melumpuhkan semua jaringan yang diserangnya. Bila sel abnormal ini menyerang jantung, mekanisme dan kerja jantung akan terhenti. Penderitanya mungkin akan merasakan sakit yang tiada terkira, persis seperti serangan jantung.


Hingga saat ini sudah begitu banyak penelitian yang memperkirakan apa saja yang dapat menyebabkan kanker jantung. Selain faktor keturunan, bawaan sejak lahir, faktor lingkungan yang tidak sehat dan penuh polusi serta gaya hidup tidak sehat termasuk efek rokok, selebihnya masih dalam penelitian apa saja yang dapat menyebabkan tumbuh kembangnya sel abnormal penyebab kanker dalam jantung.


Walau bagaimanapun, pencegahannya sementara waktu tetap saja dengan menjaga asupan makanan berimbang ditambah dengan olahraga teratur, menjaga lingkungan hidup yang sehat dan bersih, menjaga hati agar tetap ikhlas menerima apa yang telah digariskan oleh Yang Kuasa sehingga stres tidak terlalu lama mendiami pikiran.

Selasa, 12 Oktober 2010

Kanker Serviks, Pembunuh Wanita No. 1 Dunia

Kanker Serviks, Pembunuh Wanita No. 1 Dunia
Di dunia, setiap 2 menit, seorang wanita meninggal akibat kanker serviks, di Indonesia, setiap 1 jam (Ferlay J et al. Globocan 2002. IARC 2004). Sementara ketidaktahuan para wanita akan ancaman kanker serviks juga turut membantu banyaknya wanita yang meninggal akibat penyakit ini.
Menurut survei yang melibatkan 5.423 wanita Asia dan dilakukan pada 9 negara, termasuk Indonesia, terbukti hanya 2 persen wanita yang mengetahui bahwa infeksi HPV merupakan penyebab kanker serviks. Jadi pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat minim.
Ditemui di acara Seminar/Workshop – Deteksi Dini & Penanggulangan Kanker Pada Anak & Perempuan di Kuningan, Minggu (03/05), Dr. Laila Nuranna, dr, SpOG(K), Kepala Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri–Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia–RSCM mengatakan, masyarakat awam yang sering ia temui masih belum memahami perbedaan kanker pada leher rahim dan kanker rahim.
Perlu diketahui pula, bahwa setelah tes kanker pada leher rahim, belum tentu seseorang itu terbebas dari kista atau myom. Adapun perbedaan dari kanker leher rahim dan kanker badan rahim adalah;

Kanker Leher Rahim (serviks)
- Berada di bagian depan rahim
- Keluhan: Perdarahan, keputihan, nyeri panggul
- Bisa ditularkan pada mereka yang sudah aktif secara seksual
- Tidak berdasarkan keturunan, tapi karena virus HPV (Human Papilloma Virus)
- Bisa dideteksi dengan tes PAP (PAP Smear) dan tes IVA
- Vaksinasi HPV
Kanker Badan Rahim
- Keluhan: Perdarahan
- Biasanya terjadi pada wanita di atas usia menopause
- Bisa terjadi pada keturunan
- Dideteksi dengan USG
- Tak ada vaksinasi untuk mencegah penyakit ini
Dijelaskan lebih lanjut oleh Laila, terdapat sekitar 200 tipe HPV yang sudah teridentifikasi, dan terdapat 100 tipe HPV yang dapat menginfeksi manusia. Dari jumlah tersebut, 30 tipe HPV bertarget ke organ kelamin. Sebanyak 15 tipe tergolong onkogenik atau dapat menyebakan kanker serviks.
Seperti dilaporkan oleh Bosch, pada tahun 2002 ditemukan bahwa HPV tipe 16 dan 18 menyebabkan kanker serviks sebanyak 70 persen. Tipe onkogenik lainnya yaitu tipe 45, 31, 33, 52, dan lain-lain. Tipe low-risk (yang tidak menyebabkan kanker dan hanya menyebabkan kutil kelamin yang jinak) adalah tipe 6, 11, 42,43, 44.
Adapun faktor-faktor risiko yang meningkatkan seorang wanita terkena kanker serviks adalah;
- Wanita yang menikah muda (di bawah 20 tahun)
- Memiliki partner seksual lebih dari satu
- Infeksi menular seksual
- Merokok
- Defisiensi vitamin A, C, dan E.
Namun, ini tak menutup kemungkinan penularan terjadi pada wanita yang melakukan hubungan seksual dengan satu pasangan saja, masih terdapat faktor-faktor lain yang bisa menularkan virus HPV. Antara lain jika kita duduk di toilet umum yang sebelumnya diduduki oleh penderita kanker serviks.
Oleh sebab itu, Dr. Laila menyatakan bahwa adalah lebih aman untuk buang air di toilet jongkok. Sementara pada pria, HPV bisa menyebabkan kanker mulut, kutil kelamin, kanker penis, dan dubur.
Kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa gejala, sehingga kebanyakan wanita tak akan menyadari dirinya sedang terinfeksi HPV. Adapun gejala kanker leher rahim adalah;
- Perdarahan pervaginaan (namun tak berarti seorang wanita yang mengalami perdarahan terkena kanker leher rahim)
- Keputihan bercampur darah dan berbau
- Nyeri panggul
- Tidak dapat buang air kecil
Maka adanya deteksi sejak dini amatlah penting. Jika kanker serviks ditemukan dalam tahap pra kanker, maka masih terdapat potensi untuk kesembuhan. Tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui kemungkinan kanker serviks adalah dengan melakukan tes Pap (mengambil lendir dari serviks untuk dites di laboratorium), tes HPV-DNA (tes biomolekuler), Kolposkopi (alat pemeriksaan berupa teropong), dan tes IVA (tes menggunakan asam asetat 3-5 persen, murah dan bisa dilakukan dengan tenaga kesehatan siapa pun yang terlatih).
Berdasarkan penelitian, terbukti bahwa vaksin yang menargetkan HPV tipe 16 dan 18 berpotensi mencegah lebih dari 70 persen kasus kanker serviks di dunia.
Diterangkannya, sesuai panduan perhimpunan dokter ahli onkologi Indonesia, vaksin HPV ditujukan untuk perempuan usia 10 tahun sampai dengan 55 tahun, dengan jadwal pemberian 3 dosis, yaitu bulan ke-0, bulan ke-1, dan bulan ke-6. Saat ini harga vaksinasi berkisar antara Rp 600.000 ke atas.
HPV sangat mudah ditularkan. Penularannya tidak harus melalui hubungan seks melainkan dapat hanya melalui kontak kulit kelamin. Kondom memang dapat mengurangi risiko penularan HPV tetapi tidak memberikan perlindungan 100 persen terhadap infeksi HPV. Sehingga setiap perempuan tetap berisiko terkena infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Jumat, 08 Oktober 2010

pERuT bumI

Perut bumi semburkan lumpur, langit-langit bumi curahkan hujan tanpa batas, mesin penghisap air tanah berdesing, retakan bumi turunkan daratan, payung-payung bumi ditebangi, suhu bumipun menghangat, penghirup oksigenpun berjubel, tak ada ruang kosong untuk helakan nafas, tak ada tatapan mata penuh harap masa depan, rasa damai mulai terkikis, sabotase keamanan dimana-mana, kerusahan antar geng menjamur, koruptor bersaing buka rekening, kekuasaan diperjual belikan......dimanakah dmai kita yang dulu ada?????

Rabu, 06 Oktober 2010

Fisika Sangkal Kloning

Fisika Sangkal Kloning
Epochtimes Selasa, 05 Oktober 2010 eranet.com

Istilah kloning ini merupakan topik hangat ilmu pengetahuan jiwa modern sekarang ini, sejak kelahiran Dolly, seekor domba kloning pertama di dunia, orang awam semakin lama semakin antusias terhadap teknik kloning.

Mulai dari ilmuwan hingga rakyat biasa, istilah kloning semakin lama semakin sering disebutkan. Tetapi apa arti sebenarnya dari kloning itu? Manusia kloning mengandung arti apa? Ada berapa banyak orang yang pernah berpikir mendalam tentang hal tersebut?

Menggunakan kata-kata yang paling mudah dimengerti untuk menjelaskan masalah ini, kloning berarti reproduksi terhadap sejenis materi atau suatu kehidupan, sama dengan membuat induk tubuh yang persis sama dengan materi atau jiwa yang direproduksi (produksi ulang).

Didalam kalangan kultivator dan agama ortodoks menolak atau tidak menyetujui kloning. Bagaimanakah pandangan ilmuwan fisika terhadap materi atau jiwa yang direproduksi serupa ini?

Didalam majalah Zi Ran, pernah menerbitkan sebuah artikel yang mengulas tentang masalah ini. Dalam artikel itu ditulis bahwa ilmuwan fisika berpendapat tidak mungkin mengkloning sesuatu persis sama, tidak perduli dia itu materi yang tidak bernyawa ataupun materi yang bernyawa. Biarpun fisika kuantum juga sedang berusaha mereproduksi partikel kuantum, misalnya seperti atom dan proton, tetapi reproduksi semacam ini mutlak tetap ada kesalahan atau selisih reproduksi.

Menurut teori ilmu fisika, jika akan mereproduksi partikel yang persis sama, partikel awal itu harus dimusnahkan, jika tidak partikel yang baru direproduksi ini tidak mungkin bisa mencapai keadaan yang sama persis dengan partikel awal, kedua partikel tersebut tidak mungkin bisa berkoeksistensi.

Kalau begitu apakah teori tersebut juga sesuai dengan benda berjiwa yang terbentuk dari partikel yang banyaknya tak terhitung?

Ilmuwan fisika dari sebuah universitas Amsterdam, Belanda, telah membuktikan: Teori “tidak bisa dikloning” juga sesuai untuk dipakai dalam karya klasik dari multisistem. Mereka menemukan bahwa tidak mungkin mereproduksi satu sistem yang sama persis dengan sistem asalnya, jika ingin direproduksi ulang (kloning) akan mengacaukan keadaan sistem semula, jika demikian sudah bukan sistem semula itu lagi.

Dalam artikel itu juga dikatakan, menurut prinsip ini maka kloning pada obyek yang hidup juga mutlak tidak mungkin mereproduksi suatu individu yang persis sama dengan aslinya. Penyebaran dan keadaan partikel dalam tubuh individu yang baru ini tidak bisa terhindar, pasti sangat berbeda sekali dengan tubuh induknya. Oleh karena itu ilmuwan fisika sama sekali tidak mengakui keberadaan kloning yang sebenarnya.

Banyak sekali orang yang tertarik pada teknik kloning dan hewan kloning disebabkan karena mereka mengira dengan mempergunakan teknik semacam ini bisa mereproduksi satu kehidupan yang sama persis dengan dirinya, mereka sangat berantusias ingin mengetahui jika di dunia ini ada dua “saya” akan menjadi bagaimana?

Dilihat kesimpulan dari ilmuwan fisika, walaupun dikloning satu kehidupan yang sama persis dengan Anda, tetapi kehidupan itu pasti bukan Anda, sedangkan Anda sangat besar kemungkinan bisa dimusnahkan, karena kehidupan baru itu berkeinginan memiliki dan menggantikan posisi Anda.

Saya yakin siapa pun tidak menginginkan cerita fiksi semacam ini sungguh-sungguh terjadi pada diri Anda. Manusia kloning menggantikan manusia yang sebenarnya, tetapi menggunakan gen pun tidak bisa mendeteksi manakah Anda yang sebenarnya, hanya semangat pikiran Anda sendiri yang mengetahui Anda adalah manusia itu, tetapi pada saat itu semuanya sudah terlambat.... (Yu Qun/The Epoch Times/lin)

Senin, 04 Oktober 2010

Penelitian Menemukan Cara Potensial Membuat Vaksin AIDS

Penelitian Menemukan Cara Potensial Membuat Vaksin AIDS
Washington - Penemuan partikel sistim kekebalan yang menyerang virus AIDS, akhirnya membukan jalan untuk membuat vaksin yang dapat melindungi orang-orang dari penularan penyakit mematikan dan tidak dapat disembuhkan itu, para peneliti AS mengatakan Kamis (3/9) lalu.

Mereka menggunakan tekhnologi baru untuk memancing lewat darah dari 1.800 orang yang telah terinfeksi virus AIDS dan mengidentifikasi dua senyawa sistim kekebalan yang disebut antibodi penetral virus.

Mereka menemukan bagian baru dari virus penyerang antibodi, yang membuka cara pembuatan vaksin, mereka melaporkan dalam jurnal Science.

"Dengan demikian, sekarang kami mendapatkan kesempatan lebih baik dalam merancang vaksin yang akan menghasilkan semacam penetralisir antibodi yang lebih luas, dan kami pikir merupakan kunci sukses dalam pengembangan vaksin," ujar Dennis Burton dari Scripps Research Institue di La Jolla, California, yang memimpin penelitan tersebut.

"Penemuan itu sendiri merupakan kemajuan menggembirakan pada vaksin AIDS yang efektif sebab kini kami memiliki target baru yang berpotensi lebih baik tentang HIV yang memfokuskan upaya kami dalam membuat vaksin," tambah Wayne Koff dari International AIDS Vaccine Initiative (IAVI), sponsor penelitian itu.

Sejak AIDS mewabah awal 1980-an, lebih dari 25 juta orang secara global meninggal akibat virus tersebut. Badan Kesehatan Dunia memperkirakan kini terdapat 33 juta orang yang telah terinfeksi.

Tidak bisa disembuhkan, meskipun ada obat yang dapat membantu menekan kendali virus itu. Upaya pembuatan vaksin hampir selalu gagal.

Virus Dapat Berubah-ubah
Bagian dari penyebab mutasi virus sedemikian banyak bagi setiap orang yang terinfeksi dengan jutaan versi berbeda, masing-masing menampakkan sistim kekebalan berbeda.

Selain itu, virus menginfeksi sel kekebalan yang sangat diharapkan membantu melindungi tubuh. Dan bila ada satu virus melewati pertahanan kekebalan tubuh, nampaknya hanya akan mengembangkan infeksi berkepanjangan. Tidak ada obat yang mampu memberantasnya.

Direktur IAVI, Dr. Seth Berkley mengatakan penemuan itu tidak akan membentuk vaksin secara langsung, namun menunjukkan ada hal baru dan cara yang lebih baik untuk pembuatannya.

Ia mengatakan 10 persen dari pasien yang darahnya diperiksa memiliki antibodi kuat dalam merespon virus tersebut. "Kami memiliki orang dengan serum bahkan lebih kuat di luar sana. Kemungkinan kami akan menemukannya lebih banyak," ia mengatakan dalam wawancara telepon.

Ini kemungkinan juga dapat digunakan sebagai terapi antibody diri mereka-seperti gamma globulin yang digunakan pada virus hepatitis. Namun tujuan akhirnya, Berkley mengatakan, sebuah vaksin penghasil antibodi dapat menghentikan virus yang pernah menjangkiti seseorang di tempat pertama.

"Kami belum mampu melakukan itu karena kami belum pernah mampu menemukan respon yang benar-benar tepat," ujar Berkley.

Kebanyakan vaksin menimbulkan respon antibodi, dengan teliti tubuh membuat antibodi yang akan mengenali dan menyerang kuman seperti virus atau bakteri.

Dua antibody, PG9 dan PG16, merupakan antibodi baru HIV pertama yang telah diidentifikasi lebih dari 10 tahun. Mereka mentargetkan bagian untuk menghentikan virus tersebut menginfeksi sel, tulis para peneliti.

Sebuah tim di San Francisco Selatan, Monogram Biosceiences Inc telah memeriksa darah untuk menemukan penetral HIV. Theaclone Sciences menggunakan tekhnologi ini mengidentifikasi antibody yang dibutuhkan.

Laboratory Corp of America Holdings yang bermarkas di Carolina Utara telah menemukan monogram ini Juli lalu. (sua)