Penelitian Menemukan Cara Potensial Membuat Vaksin AIDS
Washington - Penemuan partikel sistim kekebalan yang menyerang virus AIDS, akhirnya membukan jalan untuk membuat vaksin yang dapat melindungi orang-orang dari penularan penyakit mematikan dan tidak dapat disembuhkan itu, para peneliti AS mengatakan Kamis (3/9) lalu.
Mereka menggunakan tekhnologi baru untuk memancing lewat darah dari 1.800 orang yang telah terinfeksi virus AIDS dan mengidentifikasi dua senyawa sistim kekebalan yang disebut antibodi penetral virus.
Mereka menemukan bagian baru dari virus penyerang antibodi, yang membuka cara pembuatan vaksin, mereka melaporkan dalam jurnal Science.
"Dengan demikian, sekarang kami mendapatkan kesempatan lebih baik dalam merancang vaksin yang akan menghasilkan semacam penetralisir antibodi yang lebih luas, dan kami pikir merupakan kunci sukses dalam pengembangan vaksin," ujar Dennis Burton dari Scripps Research Institue di La Jolla, California, yang memimpin penelitan tersebut.
"Penemuan itu sendiri merupakan kemajuan menggembirakan pada vaksin AIDS yang efektif sebab kini kami memiliki target baru yang berpotensi lebih baik tentang HIV yang memfokuskan upaya kami dalam membuat vaksin," tambah Wayne Koff dari International AIDS Vaccine Initiative (IAVI), sponsor penelitian itu.
Sejak AIDS mewabah awal 1980-an, lebih dari 25 juta orang secara global meninggal akibat virus tersebut. Badan Kesehatan Dunia memperkirakan kini terdapat 33 juta orang yang telah terinfeksi.
Tidak bisa disembuhkan, meskipun ada obat yang dapat membantu menekan kendali virus itu. Upaya pembuatan vaksin hampir selalu gagal.
Virus Dapat Berubah-ubah
Bagian dari penyebab mutasi virus sedemikian banyak bagi setiap orang yang terinfeksi dengan jutaan versi berbeda, masing-masing menampakkan sistim kekebalan berbeda.
Selain itu, virus menginfeksi sel kekebalan yang sangat diharapkan membantu melindungi tubuh. Dan bila ada satu virus melewati pertahanan kekebalan tubuh, nampaknya hanya akan mengembangkan infeksi berkepanjangan. Tidak ada obat yang mampu memberantasnya.
Direktur IAVI, Dr. Seth Berkley mengatakan penemuan itu tidak akan membentuk vaksin secara langsung, namun menunjukkan ada hal baru dan cara yang lebih baik untuk pembuatannya.
Ia mengatakan 10 persen dari pasien yang darahnya diperiksa memiliki antibodi kuat dalam merespon virus tersebut. "Kami memiliki orang dengan serum bahkan lebih kuat di luar sana. Kemungkinan kami akan menemukannya lebih banyak," ia mengatakan dalam wawancara telepon.
Ini kemungkinan juga dapat digunakan sebagai terapi antibody diri mereka-seperti gamma globulin yang digunakan pada virus hepatitis. Namun tujuan akhirnya, Berkley mengatakan, sebuah vaksin penghasil antibodi dapat menghentikan virus yang pernah menjangkiti seseorang di tempat pertama.
"Kami belum mampu melakukan itu karena kami belum pernah mampu menemukan respon yang benar-benar tepat," ujar Berkley.
Kebanyakan vaksin menimbulkan respon antibodi, dengan teliti tubuh membuat antibodi yang akan mengenali dan menyerang kuman seperti virus atau bakteri.
Dua antibody, PG9 dan PG16, merupakan antibodi baru HIV pertama yang telah diidentifikasi lebih dari 10 tahun. Mereka mentargetkan bagian untuk menghentikan virus tersebut menginfeksi sel, tulis para peneliti.
Sebuah tim di San Francisco Selatan, Monogram Biosceiences Inc telah memeriksa darah untuk menemukan penetral HIV. Theaclone Sciences menggunakan tekhnologi ini mengidentifikasi antibody yang dibutuhkan.
Laboratory Corp of America Holdings yang bermarkas di Carolina Utara telah menemukan monogram ini Juli lalu. (sua)
asyiknya bergaul dengan tanaman
-
Hasil budidaya tanaman pangan secara vertikultur yang dilakukan oleh
peserta didik kelas 10 MIA SMA Negeri 2 Pare Kediri.
11 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar